CARA MENDAPAT HIDAYAH ALLAH

  • Ruang Sosial Media
  • CARA MENDAPAT HIDAYAH ALLAH
    Do'a Mohon Petunjuk Allah :
    " Ya Allah, aku memohon kepadaMu curahan rahmat dari sisiMu yang dengannya hatiku mendapat petunjuk, terkumpul segala yang bercerai-berai dan terhimpun segala yang terpisah-pisah, tertolak segala fitnah atas diriku dan bertambah baik urusan agamaku, terpelihara segala sesuatu yang jauh dariku dan terangkat apa yang dekat denganku, disucikan perbuatanku dan dicerahkan wajahku diberi ilham menuju petunjuk dan terpelihara diriku dari segala sesuatu yang buruk " (hadis Imam Tabrani dan Ibnu Abbas)
    Hidayah terambil dari kata "AL-Hadiy" yang bermakna "petunjuk jalan". Allah Al-Haddiy yang menganugerahkan petunjuk (hidayah) adalah petunjuk kepada jalan yang benar. Hidayah merupakan suatu alat atau peta sebagai petunjuk pada tempat yang benar yang Allah anugerahkan kepada hamba yang dikehendakinya.
    Pengertian hidayah menurut As-Sayyid Muhammad Rasyid Ridha adalah : "Petunjuk halus yang menyampaikan kepada tujuan" (As-Sayyid Muhammad Rasyid Ridha, tafsir Al-manar; tafsir al-quranul Karim oleh Syaih Muhammad Abduh, Juz IV, Mesir 1954 / 1337 H, Hal 62)
    Mencapai hidayah Allah adalah sebagai produk dari pemahaman terhadap al-qur'an dan pemahaman itu ada kerana mengenal dari kenal ingin mengetahui isinya dengan mempelajarinya dan akhirnya mentadaburinya. Orang yang mencapai hidayah Allah adalah indikator orang yang tadabur Al-Qur'an.
    Hidayah adalah suatu peristiwa besar yang merupakan hak Allah semata, tidak seorangpun dapat memberikannya sekalipun Rasulullah SAW, sebagaimana firman Allah :
    "Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu cintai, tetapi Allah menunjuki orang yang dikehendakiNya dan Allah mengetahui orang-orang yang menerima petunjuk" (Q.S. 28 :AlQasash :56)
    Allah SWT memerintahkan hambanya agar senantiasa memohon hidayahNya sebagaimana yang tersirat dalam (Q.S.1 : Al-Fatihah: 7)
    "Tunjukilah kami jalan yang lurus" (Q.S. 1 : Al-Fatihah : 7)
    Ibnu Katsir berkata ' Seseorang memerlukan hidayah pada setiap sa'at dan dalam segala hal keadaan kepada Allah, untuk membolehkan terus terpimpin oleh petunjuk Allah. Sebab itulah Allah menunjukkan jalan kepadanya supaya minta kepadaNya untuk mendapatkan hidayah dan pimpinanNya. Maka seorang yang bahagia hanyalah orang yang selalu mendapat hidayah'
    Hidayah yang kita harapkan adalah jalan yang lurus iaitu jalan yang ditempuh oleh orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah.
    "Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaanNya ke jalan keselamatan dan dengan kitab itu pula Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gelita kepada cahaya yang terang benderang dengan sezinNya dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus " (Q.S. 5 : Al- Maidah : 16)
    Macam-macam hidayah
    Allah SWT telah membekali manusia berbagai macam hidayah, tanpa hidayah-Nya, manusia tidak mungkin bisa bertahan hidup. Paling tidak ada 5 macam hidayah yang diberikan nkepada manusia yaitu :
    1. Hidayatul Wijdan : Hidayah ini bersifat bawaan (potensi naluriah/instint) yang diperoleh manusia sejak dilahirkan. misalnya seorang Ibu tidak pernah mengajarkan pada bayinya untuk menangis kalau lapar, sakit atau minta diganti popok, Namun ternyata, seorang bayi boleh menangis disa'at dia lapar, sakit dan lainnya. Inilah yang disebut hidayatul wijdan.
    2. Hidayatul Hawas Wal Masyair :
    Hidayah ini adalah kemampuan pancaindera seperti kemampuan merasakan manis, pahit, panas, dingin dan lain-lain. Kemampuan pancaindera walau sangat bermanfa'at, namun memiliki keterbatasan. Mengandalkan hidayataul hawas saja akan banyak manusia tertipu, seperti melihat fatamorgana

    " Dan orang-orang yang kafir 'amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun dan di dapatinya (ketetapan) Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepada perhitungan 'amal dengan cukup dan Allah sangat cepat perhitunganNya." (Q.S. 24 : An-Nuur : 39)
    Kerana itu Allah membekali manusia dengan hidayah berikutnya iaitu hidayatul Aqli
    3. Hidayatul Aqli : Hidayah ini adalah kemampuan berfikir, kemampuan untuk memahami fenomena, memberikan persepsi, memberikan makna realiti yang tertangkap oleh alat pancaindera . 'Akal dapat membantu kelemahan dan keterbatasan pancaindera.
    4. Hidayah Ad-Din : adalah hidayah berupa petunjuk ajaran agama. Fungsinya untuk membantu keterbatasan 'akal. Agama berfungsi memberikan arahan-arahan yang mampu melampaui keterbatasan 'akal manusia. Agama berbicara hakikat kehidupan, kematian, kebahagiaan dll. Dimana hal-hal tersebut tidak boleh dibicarakan dengan pendekatan 'akal.
    "Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk " (Q.S. 92 : Al-Lail 12)
    "Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (Kebajikan dan Ketaqwaan)" (Q.S. 90 : Al-Balad :10)
    Allah SWT telah menetapkan pada diriNya Yang Maha Suci untuk memberi petunjuk
    atau hidayah kepada manusia. Kerana itu boleh dipastikan bahawa setiap manusia akan mendapat hidayahNya. Paling tidak ada dua macam Hidayah Ad-Din :

    a. Hidayah Dilalah , adalah petunjuk-petunjuk hidup yang termaktub dalam kitab suci al-Quran dan Sunah Rasulullah Saw. Tujuannya agar tidak tersesat mengarungi kehidupan. Hidayah agama akan didapat jika manusia mau mendapatkannya baik muslim ataupun kafir.
    Hidayah agama disini berada dalam konteks sebuah 'ilmu yang boleh diakses oleh siapa pun melalui proses belajar, dengan petunjuk-petunjuk ke'ilmuan yang melalui 'akal dan alat pancaindera dalam erti agama sebatas pengetahuan saja. Allah SWT akan memberikan Hidayah Dilalah kepada semua manusia yang mau mempelajari ajaranNya yang termaktub dalam kitab suciNya. Kerana itu tidak ada alasan bagi kita untuk mengatakan bahawa saya belum mendapat hidayah, padahal Allah SWT telah menyediakan hidayah itu dalam kitab suciNya.

    b. Hidayah Taufiq.
    Hidayah Taufiq merupakan hidayah yang sangat mahal tetapi Allah berjanji kepada manusia akan memberikan hidayahNya kepada orang yang bersungguh-sungguh berjuang di jalanNya, berjuang untuk konsisten ta'at pada aturanNya di dalam mencapai tujuannya (cita-citanya)

    " Dan orang-orang yang berjihad (untuk mencari keredhaan) Kami, benar-benar akan kami tunjukkan jalan Kami kepada mereka jalan-jalan Kami dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang berbuat baik ( Q.S. A-Ankabut : 69)
    Hidayah Taufiq adalah suatu kekuatan yang Allah SWT berikan pada manusia untuk meng'amalkan dengan sungguh-sungguh apa yang telah diketahuinya. Atau dengan kata lain Hidayah Taufiq adalah Hidayah Dilalah yang kita 'amalkan. Misalnya, "Kita sudah tahu bahwa solat itu wajib" ini adalah hidayah Dilalah. "Dan kita pun rajin melakukan solat" Nah, inilah hidayah Taufiq. Kalau sudah tahu bahawa solat itu wajib , tapi tidak melaksanakannya, bererti kita punya hidayah dilalah tapi tidak punya hidayah Taufiq.
    Hidayah Taufiq adalah hak mutlak Allah, yakni merupakan kebenaran Allah SWT untuk hamba-hamba pilihanNya, sebagaimana Allah berfirman dalam Q.S 28 Al- Qasash : 56 dan Q.S .2 : Al Baqarah : 272)
    Cara untuk mendapat hidayah Taufiq salah satunya adalah dengan berdo'a, Bersungguh-sungguh, bergabung dengan lingkungan yang kondusif dan memperbanyak amal soleh.
    Ciri-Ciri orang-orang yang mendapatkan hidayah Taufiq adalah
    1. Merasakan kemudahan dalam ber'amal soleh (Hatinya terbuka untuk menerima Islam, rajin ber'ibadah dan menuntut 'ilmu)
    2. Bersemangat dalam mempelajari ajaran agama
    3. Merasakan kerinduan kepada Allah
    4. Istiqamah (Konsisten dalam melaksanakan 'Ibadah)
    5. Sabar menghadapi ujian

    Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapat hidayah dari Allah SWT, Aamiin Ya Rabbal'Aalamiin.
    Share on Google Plus